1.Kenali dan pahami keutamaan (fadhilah) setiap ibadah. Bacalah ayat-ayat Qur’an atau hadits shahih yang menerangkan keutamaan ibadah.
2.Ubah lintasan hati untuk melakukan ibadah menjadi keinginan, lalu tekad. Caranya dengan selalu mengingat bahwa hidup kita belum tentu masih panjang.
3.Sering mengadakan berkumpul (majelis, halaqah) untuk saling menasehati dan mengingatkan.
4.Sering-sering “menengok” bagaimana para sahabat dan tabi’in bersungguh-sungguh dalam melaksanakan ibadah (membaca sirah/perjalanan hidupnya).
5.Bersikap menengah (sedang-sedang saja) dalam melaksanakan ibadah. Jangan memforsir diri secara berlebihan. Karena ibadah yang baik adalah yang dilakukan secara dawam (kontinyu) walaupun sedikit.
6.Mintalah kepada orang tedekat untuk mendorong melaksanakan ibadah atau mengingatkan apabila kita lalai dalam beribadah.
7.Berdo’a. Diantara do’a yang diajarkan adalah “Allahumma a’innii ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatika” (Ya Allah, bantulah aku untuk selalu mengingat-Mu, untuk bersyukur kepada-Mu, dan untuk melaksanakan ibadah kepada-Mu secara baik).
Tips Dr. Setiawan Budi Utomo (Buat Divesifikasi Ibadah)
1.Perbesar kerinduan untuk "berkomunikasi dan bermesraan" dengan Allah SWT.
2.Rasakan hati seperti kering, hampa, dan ada yang hilang bila berkurang ibadah.
3.Jadikan ibadah sebagai media relaksasi jiwa, penguatan mental, dan rekreasi sukma.
4.Cobalah melakukan diversivikasi dan penghayatan ibadah untuk membuang kejenuhan.
5.Tingkatkan dorongan mensyukuri nikmat untuk menyingkirkan kemalasan ibadah.
6.Yakinilah ibadah sebagai sumber kekuatan, media konsolidasi dan mobilisasi hidup.
7.Hindarilah kemaksiatan lahir dan batin yang menghalangi kelezatan ibadah.
Tips Ustadzah Helini (Amal Sebagai Investasi Abadi)
- Memahami tujuan hidup
- Ibadah kepada Allah SWT adalah merupakan tujuan dari penciptaan kita. Apapun bentuk amal perbuatan kita harus dilakukan dengan kesadaran bahwa Allah SWT selalu berada bersama kita dan mengawasi gerak-gerik kita.
- Memahami nilai dunia dibandingkan akhirat
- Dunia bukanlah segala-galanya.
- meyakini dengan sepenuhnya konsep perhitungan (yaumul hisab)
- Setiap amal sekecil apapun ada nilai dan pertanggungjawabannya di hadapan Allah SWT.
- Mengakrabkan diri dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah.
- Menghindari semua bentuk kemaksiatan dan dosa-dosa kecil.
- Mengingat bahwa kematian itu datang secara mendadak.
- Memohon pertolongan dan bantuan pada Allah SWT.
Sumber: tabloid/majalah ummi edisi 9/XII/2000 (dicopy dari facebook majalah islami)
